• @pemoedaberkesenian | Yayasan Seni Teater Moksa

post-image


KE.LUH: Parade Monolog Problematika Pendidikan Indonesia Masa Pandemi—merupakan produksi ke-5 Teater Moksa yang diproduksi secara virtual. Tontonan ini merupakan kiat produktif kami di tengah keterbatasan ruang gerak sebagai pelaku seni di masa pandemi. Teater Moksa masih konsisten dengan karya yang lahir dari realitas sosial masyarakat, dalam upaya membuat penonton ngeh, kekinian menyangkut problematika pendidikan di Indonesia masa pandemi yang belum tuntas bahkan tak pernah bisa diduga. Bertolak dari ruang daring, apa problematika terbesar yang bersembunyi di baliknya? Sudah galibnya, Teater Moksa mencoba merefleksikan pikiran penonton lewat sebuah tontonan teater yang kisahnya diambil dari gejala zaman—dalam hal ini problematika pendidikan di masa pandemi—namun sering luput dari pikiran kita sebagai renungan dalam berbudaya. Kali ini, parade monolog menjadi wujud artistik yang asik dalam mengungkapkan ‘cinta’ pada dunia pendidikan kita. Lantas, apa pendidikan di masa pandemi ini sudah betul-betul manjur? Produksi ke-5 Teater Moksa Di Youtube @pemoedaberkesenian Sabtu, 25 September 2021 | Pukul 19.30 s/d 21.00 WIB Karya/Sutradara Panji Gozali Pimpinan Produksi Jelly Vantani Pemain Rendi Sumbari sebagai Umpatan Rafika Septiani sebagai Lanturan Adi Ferian sebagai Cangkeman Wawa sebagai Celotehan MJ sebagai Cawan Sekretaris Wawa Bendahara Miswoyo Jianto Penata Panggung dan Lampu Ainul Yakin, Anang Ramadhan, Bayu Aji Nugroho dan Imam Fauzi Penata Musik Jelly Vantani Penata Rias dan Kostum Seniwen Desain Seniwen Video Editor dan Dokumentasi Cahya Friyarto Volunter Nanda Komala, Abdul Rahman, Nurrul Fikri dan Riska Devi Utami
img

2024, Merdeka?

img

2024, Sumpah Pemula

img

2024, Tujuh Drapen