• @pemoedaberkesenian | Yayasan Seni Teater Moksa

post-image


Kupret yang baru pulang dari rumah sakit habis mengambil hasil lab kesehatannya, suatu ketika menabrak salah seorang dari tiga orang tua yang nampak sehat dan bugar yang juga baru pulang mengambil hasil lab kesehatan. Lantas terjatuhlah hasil lab mereka dan tertukar saat mengambilnya. Kupret dan si orang tua lalu berpisah tanpa ada rasa curiga. Kupret yang memang penyakitan tapi entah apa sakitnya mendadak pingsan ketika kali pertama membaca hasil labnya. Sontak kejadian itu membuat kaget dan panik suasana. Di saat semua orang berdoa kepada Tuhan untuk kesadaran Kupret, datang lagi salah seorang tua yang sempat ditabrak Kupret tadi. Orang tua itu hendak mengembalikan hasil labnya yang tertukar. Mendengarnya, sekonyong-konyong Kupret langsung bangun dan bahagia. Orang tua itu lalu membaca hasil lab miliknya yang asli dan langsung pingsan ketika mengetahui bahwa ternyata dirinya menderita penyakit jantung. Semua orang kaget, utamanya Betsy yang baru mengetahui bahwa orang tua itu ternyata adalah calon suaminya yang sedang ia cari-cari rumahnya. Orang tua yang tadinya pingsan itu sempat sadar tapi langsung mati seketika saat mengetahui bahwa ternyata calon istrinya adalah seorang waria. Melihat kejadian itu, Betsy memutuskan untuk bunuh diri saja lantaran belahan jiwa yang ia percayai sudah tiada. Tragis! Setelah betsy mati bunuh diri, si orang tua malah hidup lagi. Cerita ini berakhir konyol. Lebih konyol lagi, tak satu pun dari mereka yang ngeh pada sugesti yang berdiri di atas penyakit mereka. Sebuah kisah ketika yang muda hidup dalam sakit dan yang tua mati dalam sehat. Produksi ke-2 Teater Moksa Di Balai Warga Buaran II (Minggu, 25 Agustus 2019, Pukul 20.00 WIB s/d Selesai) Di Galeri Indonesia Kaya (Minggu, 15 September 2019, Pukul 16.00 WIB s/d Selesai) Karya/Sutradara Panji Gozali Pimpinan Produksi Jelly Vantani Pemain Wawa sebagai Kupret Rafika Septiani sebagai Gayancrut Riska Handayani sebagai Gayancrit Seniwen sebagai Betsy Miswoyo Jianto sebagai Orang Tua 1 Anan Mutajab sebagai Orang Tua 2 Dio Alif Kurniawan sebagai Orang Tua 3 Nurrul Fikri sebagai Pewara Sekretaris Miswoyo Jianto Bendahara Riska Handayani Instrumentalis Seniwen, Rafika Assofah dan Sony Hernanda Penata Panggung dan Lampu Anang Ramadhan dan Bayu Aji Nugroho Penata Musik Jelly Vantani Penata Rias dan Kostum Seniwen, Riska Handayani dan Rafika Septiani Desain Seniwen Dokumentasi Cahya Friyarto Volunter Ainul Yakin dan Riska Devi Utami
img

2024, Merdeka?

img

2024, Sumpah Pemula

img

2024, Tujuh Drapen