Sumpah Pemula—sebuah monolog yang merupakan produksi ke-11 Teater Moksa dalam kerja kolektif bersama Adhelia (violinist) dan Museum Sumpah Pemuda. Teater Moksa menghadirkan karya yang lahir dari realitas sosial, dalam upaya membuat penonton ngeh, kekinian menyangkut apa-apa saja dalam hidup yang tak pernah tuntas dan bahkan tak pernah terduga.
Pemuda? Mau apa lagi? Sudah galibnya, Teater Moksa mencoba merefleksikan pikiran penonton lewat sebuah monolog yang diambil dari gejala zaman—pemuda atau pemula—namun sering luput dari pikiran kita sebagai renungan dalam berbudaya. Monolog ini menjadi wujud pertunjukan yang hadir dalam mengungkapkan sesuatu di balik gagahnya ‘ke-aku-aku-an’ pemuda. Inikah kenyataannya sekarang? Pemuda … atau pemula?!
Produksi ke-11 Teater Moksa
Di Museum Sumpah Pemuda
Senin, 7 Oktober 2024 | Pukul 11.00 WIB s/d Selesai
Pimpinan Produksi Jelly Vantani
Pemain Wawa sebagai Pemuda
Pemusik Adhelia Violin
Artistik Rendi Sumbari, Adi Ferian, Nanda Komala, Rangga Zafran dan Imam Fauzi