• @pemoedaberkesenian | Yayasan Seni Teater Moksa

post-image


Sajak Contekan Manusia tidur, jiwanya bangun, tidak terusik, bayangannya keluar, masih tidak terusik, tanpa terasa, tapi disengaja, terusik sendiri, tergeraklah badannya. Manusia bangun, matanya terbuka, kupingnya menyorong, hidungnya mengendus, mulutnya terbuka, pantatnya megar, pusarnya melebar, pori-porinya terbuka, kelaminnya ereksi. Manusia tanpa kesadaran, merampas harta, rebutan tahta, mengejar seks, jiwanya mati, manusianya mati, bayangannya mati, hilang sudah, HARTA, TAHTA, SEKS! Manusia dengan kesadaran, GENDENG! SINTING! EDAN! GILA! MIRING! SENEWEN! APAAN LAGI! MATI SUDAH! Entah apa yang merasukimu? Produksi ke-3 Teater Moksa Di Balai Warga Buaran II (Minggu, 23 Februari 2020, Pukul 20.00 WIB s/d Selesai) Di Teater Utan Kayu (Minggu, 15 Maret 2020, Pukul 15.00 s/d 16.30 WIB dan 20.00 s/d 21.30 WIB) Karya/Sutradara Panji Gozali Pimpinan Produksi Jelly Vantani Pemain Wawa sebagai Lelaki Riska Handayani sebagai Wanita Miswoyo Jianto sebagai OG Rafika Septiani sebagai Suster Ngepot Bagas sebagai Geger Uwow Rendi Sumbari sebagai Pucung Ibnu Yusca sebagai Kuntulanang Adi Ferian sebagai Tuyndrong Nurrul Fikri sebagai Pewara Sekretaris Miswoyo Jianto Bendahara Wawa Penata Panggung dan Lampu Anang Ramadhan dan Bayu Aji Nugroho Penata Musik Jelly Vantani Penata Rias dan Kostum Seniwen, Nanda Komala, Riska Handayani dan Rafika Septiani Desain Seniwen Dokumentasi Cahya Friyarto Volunter Ainul Yakin dan Riska Devi Utami
img

2024, Merdeka?

img

2024, Sumpah Pemula

img

2024, Tujuh Drapen