Kakek Nusa si veteran tua, yang semakin menua sehari-hari bahkan telah menginjak usia 88 tahun ditemani istrinya, Nenek Tiwi, menjaga dan mewejangi cucu mereka ketujuh, yang masih bayi. Sore itu Kakek Nusa sedang merenungi perubahan masyarakat yang semakin edan saja.
Kehidupan kampung yang tadinya lurus-lurus saja, menjadi miring ketika Fadil dan Bahri yang mengakunya sebagai calon wakil rakyat masuk ke kampung. Mereka bermain kotor dan agaknya mencoba mempengaruhi tokoh-tokoh penting di kampung seperti Koh Acing, Pak Aji, Kakek Nusa dan Nenek Tiwi, bahkan sampai ODGJ pun berusaha dipengaruhi mereka demi kepentingan yang miring.
Koh Acing yang menjadi tangan kanan kepercayaan Fadil dan Bahri awalnya menyetujui siasat licik yang dibisikkan oleh kedua calon wakil rakyat itu, namun Koh Acing mengajak Pak Aji bersekongkol menipu balik kedua calon wakil rakyat dan mengambil untung. Fadil dan Bahri pun tertipu siasat mereka sendiri dan ngibrit ke luar kampung lantaran Kakek Nusa yang semakin naik pitam karena ulah mereka berdua.
Di akhir cerita, Koh Acing dan Pak Aji malah sedang asik menikmati rejeki nomplok. Tangan mereka berdua bersih, sedang kedua calon wakil rakyat tadi malah tidak mendapat apa-apa. Di ujungnya, cerita ditutup dengan sebuah pertanyaan, “Sudah siapkah Indonesia untuk merdeka?” kata Kakek Nusa.
Produksi ke-1 Komunitas Moksa
Di Aula Maftuchah Yusuf, Universitas Negeri Jakarta
Sabtu, 15 September 2018 | Pukul 19.00 WIB s/d Selesai
Pimpinan Produksi/Karya/Sutradara Panji Gozali
Pemain
Seniwen sebagai Kakek Nusa
Riska Handayani sebagai Nenek Tiwi
Miswoyo Jianto sebagai Koh Acing Liu
Adi Ferian sebagai Fadil Zoff
Ainul Yakin sebagai Bahri Hamish
Alzahwa Fadhilah Gozali sebagai ODGJ
Eka Jhon sebagai Pak Aji Razaq
Sony Hernanda sebagai Pewara
Sekretaris Jelly Vantani
Bendahara Sony Hernanda
Penata Panggung Rama Syahputra, Rafika Assofah Husein dan Agus Priyanto
Penata Lampu Anang Ramadhan dan Bayu Aji Nugroho
Penata Musik Jelly Vantani
Penata Rias dan Kostum Panji Gozali dan Riska Handayani
Desain Panji Gozali dan Jelly Vantani
Dokumentasi Cahya Friyarto dan Muhammad Rifqi